Tampilkan postingan dengan label Cara Tanam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Tanam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2015

Membuat Net Pot dari Botol Plastic Bekas Air Minum Untuk Tanaman Hidroponik.

Membuat Net Pot dari Botol Plastic Bekas Air Minum Untuk Tanaman Hidroponik.

Bagi anda yang sudah biasa bertanam hidroponik pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah “net pot” atau pot – pot kecil yang bagian bawah dan sampingnya berlubang yang berfungsi untuk jalan keluarnya akar supaya bisa menyentuh air nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Biarpun harganya murah, tetapi ketika perlu dalam jumlah banyak jadinya ya perlu dana banyak juga.

Contoh gambar net pot

Saya selaku orang yang suka hidroponik dan tinggal di kota kecil dimana sarana hidroponik susah dicari harus berpikir kira – kira apa yang bisa saya gunakan sebagai alternative pengganti ketika barang yang saya perlukan susah didapat.

Di kantor saya setiap karyawan mendapat jatah aqua botol 1 dus per bulan. Di departemen saya sendiri saya punya anak buah 32 orang. Jadi dalam 1 hari pasti ada sampah botol minimal 33 botol.

Akhirnya saya berpikir kenapa botol – botol bekas ini tidak saya manfaatkan saja. Kemudian botol botol bekas itupun saya kumpulkan (saya minta tolong OB untuk ngumpulin) dan saya potongin seperti gambar di bawah.
Kepala botol plastik hasil mulung

Dan setelah sampai di rumah langsung saya terapkan pada tanaman hidroponik saya. Hasilnya…sim salabim….jadi seperti di bawah ini
 5 hari setelah pindah tanam

Selada siap panen dan siap santap

Contoh pada kangkung




Sekali lagi ternyata hidroponik itu nggak semahal bayangan kita..
Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

Baca juga:  Cara Menanam Selada Secara Hidroponik

Cara Menanam Selada Secara Hidroponik

Cara Menanam Selada Secara Hidroponik  pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan menanam sayuran lain. Yang perlu diperhatikan terutama adalah kepekatan larutan nutrisinya. Hal ini karena tiap jenis sayuran memerlukan kepekatan nutrisi yang berbeda – beda. Sebagai contoh kebutuhan nutrisi dari tiap sayuran terlihat dari table di bawah ini.

Back to topic, untuk lebih detail apa – apa yang saya lakukan untuk menanam selada hidroponik ini, saya akan menguraikannya secara berurutan dan mudah mudahan pembaca bisa mudah memahami.
Tahap penyemaian.
Sebelum tanaman ditanam pada rak hidroponik, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Pada proses penyemaian ini saya menggunakan arang sekam karena selain murah, mudah didapat di daerah saya juga mudah dalam proses pindah tanam (akar tidak rusak).
Bahan yang diperlukan adalah :
-        Baskom bekas untuk penyemaian
-        Arang sekam
-        Benih selada
-        Plastik hitam
Caranya :
-        Masukkan arang ke baskom yang telah dilubangi kecil – kecil bagian bawahnya
-        Taburkan benih secara merata di atas arang sekam.
-        Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi benih cukup tipis-tipis saja.
-        Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak terhambur kemana mana.
-        Tutup dengan plastic hitam selama dua hari.
-        Setelah 2 hari, buka tutup plastic. Biasanya benih sudah tumbuh.
-        Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik)
-        Lakukan penyiraman rutin sampai 2 minggu dan tanaman siap pindah tanam.

Tahap pindah tanam.
Setelah bibit selada berumur 2 minggu biasanya sudah berdaun lengkap dan siap pindah tanam. Untuk pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati – hati. Dibawah ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa saya lakukan.
Alat/bahan yang diperlukan :
-        Netpot (saya pakai pipa 1” atau kepala botol plastic)
-        Kain flannel untuk sumbu jika diperlukan.
-        Spons yang sudah dipotong – potong ukuran 2.5cm x 2.5cm x 2cm
-        Baskom/ember yang sudah diisi air bersih.
Caranya :
-        Ambil bibit besrta medianya sekalian. (jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus)
-        Masukkan bibit besrta media ke dalam baskom/ember yang sudah diisi air
-        Goyangkan bibit dengan pelan – pelan. Media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel.
-        Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit dengan hari – hati (pemisahan tetap didalam air)
-        Setelah bibit terpisah, jepit bibit dengan spons yang telah tersedia. Untuk selada sebaiknya 2 bibit satu spons agar nantinya selada berbentuk crop kompak. Jika ada bibit yang akarnya belum bisa menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan kain flannel.
-        Masukkan spons yang telah berisi bibit ke dalam netpot.
-        Masukkan netpot ke lubang – lubang tanam yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi.
Tahap pembesaran
Setelah bibit kita pindahkan ke dalam rak, tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan untuk pembesaran sampai masa panen.
Dalam system hidroponik perawatan tanaman adalah sangat mudah. Karena saya bertanam masih memakai system air menggenang, jadi yang saya lakukan hanyalah memperhatikan ketersediaan air nutrisi yang ada di dalam pipa paralon tempat penanaman. Biasanya saya cek 3 hari sekali. Ketika air mau habis tinggal saya tambahkan lagi.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai batang dan akar selada terendam keseluruhan, air nutrisi cukup sebatas 1/3 sampai 1/5 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar dan akar tidak terendam semua.
Biasanya setelah 25 – 30 hari setelah pindah tanam, selada siap dipanen.



Gambar tanaman seladaku


Pada saat praktek menanam selada ini saya menghabiskan air nutrisi sekitar 80 ltr untuk 156 lubang tanam terdiri dari 6 batang pipa 2.5”. Setiap lubang tanam diisi 2 bibit selada.

Kalau dikalkulasi secara ekonomi untuk di Bontang,

Biaya untuk buat Rak :
-        Pipa 2,5” 6 batang                              Rp. 240.000
-        Lbow 4 pcs                                         Rp.   24.000
-        T join 9 pcs                                         Rp.   54.000
Total                                                         Rp. 318.000

Harga pupuk
-        Pupuk ABmix 1 paket harga              Rp.   75.000
-        Ongkir                                                 Rp.   65.000
Total                                                         Rp. 140.000
Untuk pupuk 1 paket bisa jadi 1000 liter larutan nutrisi. Jadi harga 1 liter air nutrisi Rp. 140. Kebutuhan sampai panen 80 liter. Jadi biaya pupuk sampai panen = 80 liter x Rp. 140 = Rp. 11.200

Penjualan
1 ikat selada terdiri dari 2 pohon harga Rp. 4000 di pengepul. Hasil panen 156 ikat. Jadi hasil dari satu siklus penanaman : 156 x 4000 = Rp. 624.000

 Nah kalau untuk ngitung keuntungannya, tolong dihitung sendiri ya...
Sekian artikel  Cara Menanam Selada Secara Hidroponik

Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

Rabu, 13 Mei 2015

Cara Menanam Seledri Secara Hidroponik

Cara Menanam Seledri Secara Hidroponik
Pada kesempatan kali ini saya akan menuangkan tulisan tentang Cara Menanam Seledri Secara Hidroponik yang sedang saya jalani.
Menanam seledri hidroponik pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan menanam sayuran lain. Tapi biasanya keluhan dari teman – teman yang mencoba bertanam seledri adalah sulitnya waktu penyemaian. Padahal kalau kita tahu apa yang harus dilakukan, sebetulnya tidaklah terlalu sulit.
Tapi untuk lebih mudahnya, saya akan menguraikannya secara berurutan dan mudah mudahan pembaca bisa mudah memahami.

Tahap penyemaian.

Sebelum tanaman ditanam pada rak hidroponik, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Pada proses penyemaian ini saya menggunakan arang sekam dicampur cocopeat karena selain murah, mudah didapat di daerah saya juga mudah dalam proses pindah tanam (akar tidak rusak).
Bahan yang diperlukan adalah :
-        Pot  untuk penyemaian
-        Arang sekam + cocopeat
-        Benih seledri
-        Plastik hitam
Caranya :
-        Masukkan arang sekam + cocopeat  ke pot
-        Taburkan benih secara merata di atas arang sekam + cocopeat.
-        Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi benih cukup tipis-tipis saja.
-        Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak terhambur kemana mana.
-        Tutup dengan plastic hitam selama seminggu. Tutup plastic dubuka setiap 2 hari untuk melihat kelembaban media. Media jangan sampai kekeringan.
-        Setelah seminggu, buka tutup plastik. Biasanya benih sudah tumbuh.
-        Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik)
-     Lakukan penyiraman sampai  5- 6 minggu dan tanaman siap pindah tanam. Karena bibit seledri sangat lembut dan mudah rusak, sebaiknya penyiraman jangan diguyurkan ke bibit. Untuk penyiraman biasanya saya gunakan ember/baskom diisi air, kemudian pot yang berisi bibit saya masukkan ke dalam ember/baskom tersebut sampai seluruh media tanam basah. Selanjutnya pot diangkat dan ditiriskan.


Begini cara saya menyiram bibit seledri agar tidak rusak


Tahap pindah tanam.
Setelah bibit selada berumur 5 - 6 minggu biasanya sudah berdaun 3-4 dan siap pindah tanam. Untuk pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati – hati. Dibawah ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa saya lakukan.
Alat/bahan yang diperlukan :
-        Netpot (saya pakai pipa 1” dan gelas plastic yang sudah dilubangi bagian samping dan bawahnya)
-        Kain flannel untuk sumbu jika diperlukan.
-        Spons yang sudah dipotong – potong ukuran 2.5cm x 2.5cm x 2cm
-        Arang sekam + cocopeat
-        Baskom/ember yang sudah diisi air bersih.
Caranya :
-        Ambil bibit beserta medianya sekalian. (jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus)
-        Masukkan bibit beserta media ke dalam baskom/ember yang sudah diisi air
-        Goyangkan bibit dengan pelan – pelan. Media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel.
-        Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit dengan hari – hati (pemisahan tetap didalam air)
-        Setelah bibit terpisah, jika pot pakai pipa 1”
§  jepit bibit dengan spons yang telah tersedia. Jika ada bibit yang akarnya belum bisa menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan kain flannel.
§  Masukkan spons yang telah berisi bibit ke dalam netpot.
§  Masukkan netpot ke lubang – lubang tanam yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi.
-        Jika menggunakan gelas plastic,
§  Pasang sumbu kain flannel pada gelas melalui lubang pada bagian bawah gelas yang sudah kita buat sebelumnya. Panjang sumbu disesuaikan yang penting sumbu bisa menyentuh air nutrisi dan juga bisa untuk menempel akar.
§  Masukkan arang sekam + cocopeat ke dalam gelas hingga 1/3 gelas.
§  Tanam bibit seledri (1 bibit saja) dengan cara akar menyentuh sumbu.
§  Masukkan lagi arang sekam + cocopeat ke dalam gelas untuk menutup akar dan batang bibit sampai hampir memenuhi gelas sehingga bibit seledri bisa berdiri dengan kuat.
§  Siram dengan air agar media tanam dan sumbu basah. Hal ini untuk memancing agar sumbu bisa menyerap air nutrisi karena sumbu yang kering tidak bisa menyerap air.
§  Masukkan gelas plastic ke dalam lubang – lubang pipa yang sudah disiapkan.
-        Isikan/alirkan air nutrisi ke dalam rak pipa secara berkala.


contoh penanaman dengan gelas plastik

contoh penanaman dengan net pot pipa 1" atau kepala botol plastik


Tahap pembesaran

Setelah bibit kita pindahkan ke dalam rak, tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan untuk pembesaran sampai masa panen.
Dalam system hidroponik perawatan tanaman adalah sangat mudah. Jika menggunakan system air menggenang, perawatan hanyalah memperhatikan ketersediaan air nutrisi yang ada di dalam pipa paralon tempat penanaman. Biasanya saya cek 3 hari sekali. Ketika air mau habis tinggal saya tambahkan lagi.
Jika menggunakan system air mengalir, perawatan hanyalah mengalirkan air secara rutin. Saat ini saya mengalirkan air sehari 3 kali yaitu pagi, siang dan sore.
Pada penanaman seledri ini saya menggunakan system air menggenang dan system air mengalir.
Untuk system air menggenang yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai batang dan akar terendam keseluruhan, air nutrisi cukup sebatas 1/3 sampai 1.2 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar dan akar tidak terendam semua.
Nutrisi yang saya gunakan untuk penanaman seledri ini menggunakan nutrisi ABmix.


Tanaman seledri dalam tahap pembesaran


Hama
Sampai saat ini hama yang menyerang tanaman seledri saya biasanya aphids yaitu sejenis kutu yang menempel pada batang dan bagian bawah daun. Kutu ini menyerap sari makanan dan merupakan vector bagi penyakit yang lain. Untuk membasmi hama ini saya memakai pestisida nabati bikinan sendiri.


Contoh hama yang menyerang pohon seledri
Adapun bahan pembuatan pestisida nabati tersebut antara lain :
1.     Bawang putih 3 – 5 siung
2.     Segenggam tembakau (4 batang rokok kretek tanpa filter)
3.     Jahe sebesar ibu jari
4.     Botol bekas kemasan air mineral 600 ml
Cara pembuatan :
1.     Gerus/tumbuk bawang putih sampai hancur
2.     Gerus/tumbuk jahe sampai hancur
3.     Masukkan gerusan bawang putih, jahe dan tembakau ke dalam botol plastic bekas air mineral.
4.     Masukkan air sampai hampir memenuhi botol
5.     Diamkan sehari semalam dan larutan siap digunakan.
Cara pemakaian :
1.     Ambil air larutan pestisida nabati yang telah disaring sebanyak 5 – 10 ml.
2.     Campurkan air larutan tersebut dengan 1 liter air bersih.
3.     Tambahkan 1 sendok sabun pencuci piring cair (sun***ht/mama***on)
4.     Semprotkan pada tanaman yang terserang hama.

Dosis pemakaian harus diperhatikan karena jika kebanyakan justru tanaman juga akan ikut mati. Pestisida ini biasa juga saya pakai untuk menyemprot tanaman cabai yang terserang aphids, thrips atau kutu kebul.
Sisa larutan pestisida yang tidak terpakai jangan dibuang karena masih bisa dipakai sampai beberapa bulan ke depan.


Panen

Biasanya setelah 1 – 1.5 bulan setelah pindah tanam, seledri sudah bisa dipanen. Saya melakukan pemanenan dengan memetik daun – daun yang sudah tua. Pemanenan bisa diulang setiap 5-6 hari sekali. Untuk kapan berakhir masa panen saya belum tahu karena sudah 2 bulan lebih ini saya panen rutin dan sampai sekarang seledri masih produktif.

Seledri hasil panen siap diikat

Sekian artikel kami

Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

Cara Menanam Cabai Rawit Secara Vertikultur dengan Pipa Paralon.

Cara Menanam Cabai Rawit Secara Vertikultur dengan Pipa Paralon

Selama ini pipa tegak lebih umum digunakan untuk menanam sayuran daun seperti sawi, selada, seledri atau sayuran daun yang lain. Pernah saya lihat artikel  Cara Menanam Cabai Rawit Secara Vertikultur dengan Pipa Paralon tapi sebatas menanam saat awal dan hasil akhir tidak diupload sehingga masih menyisakan pertanyaan “apakah menanam cabai dengan pipa tegak bisa berbuah?”

Untuk lebih singkatnya saya akan uraikan saja apa – apa yang sudah saya lakukan dalam menanam cabai rawit dengan pipa paralon tegak dan mengenai hasilnya.

Saat saya melakukan penanaman sebetulnya lebih banyak factor tidak direncanakan, kenapa? Karena saat itu saya meyemai benih cabai terlalu banyak dan kurangnya pot untuk menanam bibit – bibit cabai tersebut. Dan ketika itu pot pipa tegak yang saya punya sedang tidak terpakai setelah saya gunakan untuk bertanam sawi. Hitung – hitung daripada pot nganggur akhirnya bibit cabai saya tanam pada pot tersebut dan medianya menggunakan cocopeat bekas sawi yang ada di dalam pipa tersebut.

Berhubung media hanya berupa cocopeat, maka untuk penyiraman menggunakan larutan nutrisi hidroponik. Penyiraman saya lakukan sehari sekali sekitar 400 ml dengan takaran mulai dari 700 ppm sampai 1500 ppm sesuai dengan masa pertumbuhan tanaman. Dan hasilnya seperti gambar – gambar di bawah ini.


 
















Cabai mulai banyak yang merah dan siap santap


 Sekian artikel kami Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

Cara Bertanam Secara Hidroponik

Cara Bertanam Secara Hidroponik

Cara Bertanam Secara Hidroponik mulai ramai dewasa ini. Salah satu cara untuk mendapatkan tanaman yang bisa dikonsumsi tanpa pestisida adalah menanam tanaman itu sendiri. Terkadang untuk sebagian orang pasti akan mempermasalahkan kurangnya lahan untuk bertanam. Oleh karena itu ada cara untuk menanam tanaman yang ingin anda tanam dirumah anda dengan sistem hidroponik yang memanfaatkan air sebagai media tanam untuk pengganti tanah.


Budidaya tanaman secara hidroponik cocok untuk anda yang hobi berkebun, sistem hidroponik ini dapat menghilangkan stress. Disini kami akan membahas bagaimana cara budidaya tanaman secara hidroponik.



Sesuai namanya, hidroponik adlah sistem bertanam dengan media tanam air sebagai pengganti media tanam tanah dan tidak memerlukan lahan yang luas. Secara sederhana, hidroponik adalah metode budidaya tanaman dengan menggunakan air yang diperkaya dengan nutrisi, bukan tanah. Hal ini membuat parameter seperti nutrisi, pengendalian hama, dan pencahayaan lebih mudah dikelola. Budidaya tanaman secara hidroponik tidak memerlukan pemakaian herbisida dan pestisida beracun sehingga lebih ramah lingkungan dan sayuran yang dihasilkan pun akan lebih sehat. Bertanam dengan hidroponik akan menghasilkan tanaman berkualitas baik dan bebas kimia. yang pastinya sehat buat kita semua dan anak-anak.

Laju pertumbuhan tanaman hidroponik bisa mencapai 50% lebih cepat dibanding tanaman yang ditanam di tanah pada kondisi yang sama. Alasannya karena tanaman hidroponik langsung mendapatkan makanan dari air yang kaya nutrisi. Kondisi ini juga membuat tanaman tidak perlu akar besar untuk mencari nutrisi. Dan karena energi yang diperlukan untuk pertumbuhan akar lebih sedikit, sisa energi bisa disalurkan ke bagian lain dari tanaman.
Tanaman hidroponik tumbuh sehat, kuat, dan bersih. Hidroponik juga ramah lingkungan karena tidak membutuhkan air sebanyak berkebun secara konvensional. Ini karena budidaya tanaman secara hidroponik tidak memerlukan penyiraman sama sekali. 
Cara bertanam Hidroponik


Alat:
  • Botol plastik air mineral bekas,
  • Gelas plastik bekas air mineral,
  • Jerigen plastik bekas minyak goreng,
  • Kain untuk sumbu (kain panel lebih bagus)
  • Nutrisi hidroponik.
  • Media tanam (rocwool, arang sekam, kerikil, pasir malang, pecahan bata merah). Pilih yang paling mudah didapat.
Kita bisa melihat betapa sederhananya bahan yang dibutuhkan. Bahkan kebanyakan besar dari barang bekas. Jadi menanam model hidroponik sederhana ini selain kita bisa mendapatkan tanaman sayuran yang sehat dan subur, kita juga bisa memanfaatkan barang barang bekas. Sehingga botol bekas, jerigen bekas dan gelas plastik bekas yang mestinya dibuang dan menjadi limbah ternyata masih bisa diambil manfaatnya.


Langkah-langkah cara membuat tanaman hidroponik

Hidroponik Wick dengan botol bekas :

1. Potong botol menjadi 2 bagian. (atas dan bawah)


2. Lubangi bagian atas (daerah leher botol) untuk pemasangan sumbu dan aliran udara
3. Pasang sumbu pada bagian bawah botol


4. Masukkan bagian atas botol ke bagian bawah botol dengan cara dibalik.


5. Isi bagian atas botol dengan media tanam (bisa rockwool, spon, sekam bakar atau pecahan bata merah). Pilih saja mana yang paling mudah didapat. Karena fungsi media ini hanya untuk pijakan akar agar tidak rebah.

6. Tanam bibit atau taburkan 2-3 biji bibit tanaman ke dalam media tanam.



7. Siram dengan larutan nutrisi hidroponik.
8. Simpan di tempat yang tidak terkena hujan tetapi masih bisa mendapat sinar matahari.

Membuat Larutan Nutrisi Hidroponik

Bahan:

  • Pupuk Urea…………………………………………….1000 gr.
  • Pupuk KCL …………………………………………… 1000 gr.
  • Pupuk NPK …………………………………………… 1000 gr.
  • Pupuk daun Gandasil ( Growmore ) ……………. 50 gr.
Peralatan:

  • Ember bervolume 20 Liter.
  • Drum plastik bervolume 100 liter
  • Timbangan digital
  • Alat pengaduk
  • Air sumur, air sungai,
  • Air PAM tidak diperkenankan kecuali yang sudah diendapkan selama 7 – 10 hari.

Cara membuat:

  • Masukkan semua bahan yang telah ditimbang ke dalam ember volume 20 liter.
  • Tuangkan air sumur sebanyak 20 ltr ke dalam ember tersebut sedikit demi sedikit sambil diaduk – aduk lanjutkan pengadukan hingga air mencapai volume 20 liter dan tidak ada lagi pupuk yang masih mengkristal (tidak ada endapan)
  • Tuangkan larutan pekatan tadi ke dalam bak penampungan volume 100 liter.
  • Kucurkan air sumur kedalam bak penampungan sambil diaduk – aduk hingga penuh (mencapai volume 100 liter).
  • Larutan Nutrisi siap digunakan.


Bagaimana? Anda bisa langsung mencobanya dirumah Anda 
Sekian artikel Budidaya tanaman secara hidroponik

Baca Juga :  Cara Menanam Cabai dengan Hidroponik Sistem Sumbu



sumber: justmyhobby.wordpress.com/