Tampilkan postingan dengan label Pengenalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengenalan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Mei 2015

Derajat keasaman dan kepekatan larutan nutrisi dalam berhidroponik.

 Derajat keasaman dan kepekatan larutan nutrisi dalam berhidroponik adalah hal yang sangat penting dalam penentuan berhasil tidaknya kita bercocok tanam dengan cara hidroponik.
Seperti pentu berhasil tidaknya kita panen dikemudian hari.

Langsung saja kita bicara ke inti materi. 

Derajat keasaman (biasa disebut pH)

Dalam dunia hidroponik, salah satu syarat untuk menunjang kesuburan pertumbuhan tanaman adalah pH atau derajat keasaman media tanam dalam kondisi netral. Derajat keasaman terdiri dari 14 tingkatan mulai dari 0 sampai 14 dengan angka 7 sebagai derajat keasaman netral. Pada angka 7 tersebut, kation H+ ada satu dan sebaliknya anion OH- juga ada satu, sehingga muatan listriknya seri. Di bawah angka 7, jumlah kation H+ bertambah banyak semakin kita bergerak ke kiri, angka pH semakin mengecil dan disebut asam sekali. Sebaliknya, di atas angka 7 jumlah anion OH- bertambah banyak, semakin kita bergerak ke kanan angka pH semakin membesar dan disebut alkalis atau basa sekali.

Untuk mengetahui besaran angka pH kita bisa menggunakan kertas lakmus (ketelitian tergantung kecermatan kita dalam mencocokkan warna kertas dan table warna), atau kalau mau lebih praktis dan teliti bisa menggunakan pHmeter.


Gambar kertas lakmus dan pHmeter

Dalam berhidroponik, kita memerlukan angka pH di kisaran 5.5 – 6.5. Di bawah pH 5.5, beberapa unsur akan mengendap dan tidak dapat diserap oleh akar, demikian pula jika pH di atas 6.5 juga akan menyebabkan pengendapan beberapa unsur tertentu sehingga akan menimbulkan defisiensi unsur hara bagi tanaman sehingga tanaman tidak akan tumbuh dengan optimal.

Pertanyaannya adalah bagaimana jika ternyata kondisi larutan pupuk hidroponik dalam kondisi terlalu asam atau terlalu basa? Jawabannya ya harus dinetralkan sampai di pH optimal untuk pertumbuhan yaitu di pH 6.0. Untuk menurunkan pH diperlukan asam anorganik kuat, sebaliknya untuk menaikkan pH diperlukan alkali kuat.

Untuk menurunkan pH kita bisa menggunakan asam nitrat HNO3, asam fosfat H3PO4 atau bisa juga bisa dengan asam sulfat H2SO4 jika kita kesulitan mencari asam nitrat ataupun asam fosfat. 
Untuk menurunkan pH tidak disarankan dengan asam cuka CH3COOH atau asam semut HCOOH karena merupakan asam lemah. Jika kita menggunakan asam lemah ini tentunya membutuhkan jumlah yang banyak dan tentunya akan menjadi mahal. Selain itu jika kita menggunakan asam lemah, dalam waktu singkat larutan akan kembali menjadi basa.

Untuk menaikkan pH kita bisa menggunakan alkalis KOH.

Di bawah ini saya sajikan table tentang hubungan pH dengan kondisi unsur hara yang bisa diserap oleh tanaman. 



Kepekatan larutan pupuk hidroponik

Selain derajat keasaman, untuk tumbuh subur tanaman juga memerlukan unsur hara yang disediakan dalam bentuk pupuk yang dilarutkan dalam air.

Untuk mengetahui kepekatan larutan nutrisi, kita lakukan dengan mengukur pengantaran listrik di antara dua kutub yaitu katoda dan anoda di mana jarak antar kutub 1 cm. Alat pengukur yang dimaksud adalah ECmeter (Electro Conductivity meter) dengan satuan mS/cm.


Contoh gambar ECmeter dan TDSmeter

Beberapa produsen ada yang menambahkan suatu alat yang berfungsi mengkonversi menjadi satuan ppm (part per million). Fungsi dari alat ini adalah untuk mengetahui zat padat terlarut (Total Dissolved Solids). Sayangnya di antara produsen yang satu dengan yang lain mempunya standar konversi yang berbeda – beda sehingga angka ppm yang dihasilkan dari konversi ECpun juga berbeda – beda. Hal ini kadang bisa membingungkan. Sebagai contoh,

          Untuk standar USA, 1mS/cm (EC 1.0 atau CF 10) = 500 ppm
          Untuk standar Eropa,  1mS/cm (EC 1.0 atau CF 10) = 640 ppm
          Untuk standar Australia,  1mS/cm (EC 1.0 atau CF 10) = 700 ppm

Tetapi dengan table di bawah ini mungkin bisa membantu kita untuk menentukan berapa kepekatan nutrisi yang harus kita berikan pada tanaman.



Ambang batas keracunan nutrisi bagi tanaman.

Kadang kita mendengar dari para petani konvensional, “bagaimana kalau tanaman kita pupuk banyak – banyak agar lebih cepat besar dan cepat panen?”

Demikian juga kadang kita mendengar pertanyaan yang sama bagi orang – orang awan yang ingin mencoba hidroponik.

Sebagai ilustrasi, kita sebagai manusia memerlukan berbagai macam gizi untuk membantu pertumbuhan ataupun untuk menjaga stamina tubuh agar selalu sehat. Ketika kekurangan gizi tentunya tubuh kita juga akan tidak normal pertumbuhannya, atau bisa juga tidak fit kesehatannya. Tapi ketika gizi yang kita konsumsi ternyata berlebih, akibatnyapun juga kurang bagus. Sebagai contoh, kita memerlukan vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tapi ketika kita mengkonsumsi vitamin C terlalu banyak justru bisa menyebabkan permasalahan pada lambung misalnya iritasi lambung atau diare.

Demikian juga halnya dengan tanaman. Tanaman memerlukan unsur hara makro dan mikro yang jika kekurangan, pertumbuhan akan kurang subur, lambat dan kerdil. Begitu pula kalau kelebihan akibatnya tanaman akan keracunan nutrisi sehingga stress dan pertumbuhannya tidak normal.

Dengan table kebutuhan kebutuhan pH dan hara bagi tanaman di atas, mudah – mudahan bisa menjadi acuan dalam pemberian nutrisi bagi tanaman hidroponik yang akan kita tanam.

 Jangan lupa baca: Mengenal sistem hidroponik

Bertanam Hidroponik itu mudah! 


Mengenal sistem hidroponik

 

Mengenal Sistem Hidroponik
Sebelum anda membuat sistem hidroponik ada baiknya anda tahu apa itu hidroponik. Hidroponik secara garis besar adalah cara menanam tanaman tanpa menggunakan media tanah.

Gagasan berkebun hidroponik (hydroponic gardening) atau berkebun tanpa tanah, telah ada sejak zaman Raja Sulaiman.



Laju pertumbuhan tanaman hidroponik bisa mencapai 50% lebih cepat dibanding tanaman yang ditanam di tanah pada kondisi yang sama.

Alasan untuk ini adalah karena tanaman hidroponik langsung mendapatkan makanan dari air yang kaya nutrisi.

Kondisi ini juga membuat tanaman tidak perlu akar besar untuk mencari nutrisi. Dan karena energi yang diperlukan untuk pertumbuhan akar lebih sedikit, sisa energi bisa disalurkan ke bagian lain dari tanaman.

Tanaman hidroponik tumbuh sehat, kuat, dan bersih. Hidroponik juga ramah lingkungan karena tidak membutuhkan air sebanyak berkebun secara konvensional. Ini karena hidroponik tidak memerlukan penyiraman sama sekali.

Tanaman hidroponik membutuhkan pestisida lebih sedikit. Erosi tanah juga tidak menjadi masalah karena hidroponik hanya menggunakan media air.

Lantas bagaimana tanaman hidroponik mendapatkan nutrisi yang biasanya didapatkan dari tanah? Semua nutrisi tersedia dalam cairan atau bubuk yang dicampur dalam air.

Sistem hidroponik bisa dikategorikan menjadi dua yaitu sistem aktif dan pasif. Sistem hidroponik aktif mensirkulasi larutan nutrisi dengan pompa. Sedang sistem hidroponik pasif bergantung pada gaya kapiler dari media tumbuh.

Dalam sistem pasif, larutan kaya nutrisi diserap oleh medium dan diteruskan ke akar tanaman.

Sisi negatif dari metode ini adalah ketidakmampuan untuk memberikan cukup oksigen melalui akar untuk mendukung pertumbuhan terbaik tanaman.

Sistem hidroponik juga dapat dibedakan menjadi dapat di-recovery dan tidak dapat di-recovery (non-recovery).

Dalam sistem recovery, larutan nutrisi disirkulasikan untuk digunakan kembali. Dalam sistem non-recovery, larutan nutrisi tidak digunakan kembali.

Jika tidak yakin hendak membeli atau membangun sistem hidroponik jenis apa, Anda bisa membeli yang menurut Anda paling cocok untuk membiasakan terlebih dahulu dengan cara bertanam ini.

Berkebun hidroponik adalah hobi yang populer, menyenangkan, serta mudah dipelajari.

sekian artikel ini semoga bermanfaat

Jangan lupa baca juga: Rumah Kaca untuk Hidroponik


Bertanam Hidroponik itu mudah !

sumber : amazine.co

Senin, 25 Agustus 2014

Cara Menjaga Tingkat Keasaman (pH) Hidroponik

Cara Menjaga Tingkat Keasaman (pH) Hidroponik

Cara menjaga pH hidroponik sangat mudah hanya diperlukan ketelitian untuk melakukannya. Mempertahankan kadar pH pada sistem hidroponik akan mencegah reaksi kimia negatif pada larutan nutrisi hidroponik.

Cara menjaga tingkat pH pada hidroponik sangan penting karena jika tingkat pH terlalu tinggi akan menyebabkan penyumbatan pada saluran sistem hidroponik sehingga  mengakibatkan masalah serius.



pH adalah singkatan dari “potential hydrogen” yang berarti merupakan jumlah konsentrasi ion hidrogen yang bermuatan positif relatif terhadap ion hidroksil bermuatan negatif dalam suatu zat.

Ion hidrogen bersifat asam sedangkan ion hidroksil bersifat basa.  Mengetahui hal ini penting demi kesuksesan kebun hidroponik Anda.

Skala pH berkisar dari 0 hingga 14. pH 7 merupakan pH netral.  Angka di bawah 7 menunjukkan senyawa asam dan di atas 7 menunjukkan senyawa basa.

Lingkungan hidroponik harus memiliki keasaman netral atau tingkat pH 7.

Saat tanaman menyerap ion nitrat yang bermuatan negatif, akar akan melepaskan ion hidroksil bermuatan negatif untuk membentuk keseimbangan listrik. Ujungnya, ini akan meningkatkan level keasaman.

Ketika mempertimbangkan metode koreksi pH macam apa yang hendak diambil, penting pula untuk mengetahui kemampuan tanaman dalam menahan perubahan pH.

Ada tanaman yang tahan terhadap perubahan pH, namun ada pula yang lebih sentitif terhadap perubahan ini.

Pemberian pupuk juga perlu diperhatikan. Ada pupuk yang bersifat asam ada pula yang cenderung basa. Tanaman cenderung lebih tahan terhadap basa dibanding dengan asam.

Ada banyak cara untuk menguji tingkat pH dalam sistem hidroponik Anda. Salah satu cara termudah dan paling terjangkau adalah dengan menggunakan “strip pH”.

Strip perlu dibasahi dengan air dari sistem hidroponik untuk mengukur tingkat keasamannya. Strip lantas akan menginformasikan tingkat pH dengan menunjukkan angka antara 0-14.

Jangan meremehkan pentingnya menjaga keseimbangan pH dalam sistem hidroponik Anda. Hal ini penting untuk menjaga   laju pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat

Bertanam Hidroponik itu Menyenangkan !

Baca juga: Derajat keasaman dan kepekatan larutan nutrisi dalam berhidroponik.


Sumber : amazine.co